Sejarah

Sejarah
Pendiri/Pembina dan Pengurus Yayasan Pendidikan Kevikepan St. Thomas Rasul Pangururan-Samosir Keuskupan Agung Medan.
Sekolah yang diselenggarakan oleh Ditjen Bimas Katolik Kemenag ini bermula dari gagasan spontan Sihar Petrus Simbolon, S.Th, MM (Direktur Pendidikan Katolik) dan Dra. Yulia Sinurat, M.Pd. (Pembimas Katolik Sumut), diupayakan dan diwujudkan oleh Drs. Folulu Firmatus Laia (mantan Kankemenag Kab. Samosir) dan Pastor Nelson Sitanggang OFM Cap (Vikep Pangururan).

SMAK St. Thomas Rasul yang didirikan pada tanggal 11 September 2012 (SK Izin Operasional Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI No. DJ.IV/Hk.00.5/168/2012 ini merupakan buah sinergitas antara Negara (Bimas Katolik) dan Gereja (KAM), bertumbuh dalam kreativitas pembina, pengurus dan pelaksana tugas Yayasan Pendidikan Kevikepan St. Thomas Rasul Pangururan-Samosir KAM, dan kini sedang berziarah mewujudkan misi, visi dan tujuannya dalam semangat kerasulan sang pelindungnya, St. Thomas Rasul dengan motto "Scio cui Credidi" (Aku tahu kepada siapa aku percaya, 2 Tim 1:12) sebagaimana dirangkum dalam buku profil sekolah "Saat BidukMu Menepi di Tarabunga: Profil SMAK St. Thomas Rasul Samosir" (Lusius Sinurat, YPKSTR-Pangururan: 2017)

Menjelang 5 tahun usianya (2017), SMAK St. Rasul semakin percaya diri mempersiapkan generasi muda Katolik yang cerdas secara intelektual dan spiritual lewat pelayanan di bidang pendidikan dengan perhatian khusus pada pengembangan pribadi-pribadi Katolik yang jujur, adil, utuh, optimal, disiplin, mandiri, kreatif, gigih, cerdas, dan seimbang.

Segala daya upaya ini dilakukan lewat sistem boarding school di Tuktuk Onan-Tarabunga, Simbolon Purba, Palipi, Samosir, dan semakin dimantapkan dengan penetapan SMAK Negeri Samosir oleh Kementerian Agama Republik Indonesia lewat penetapan SK Kemenag RI No. 689 Tahun 2018 Tentang Penegerian SMAK Negeri Samosir.
OR