Filosofi

Filosofi
Berdirinya SMAK St. Thomas Rasul Samosir (kini menjadi SMAK Negeri Samosir) tak terlepas dari iman para penggagas, pendiri hingga pelaksana tugas Yayasan Pendidikan Kevikepan Pangururan-Samosir Keuskupan Agung Medan. Terutama para pendiri, mereka bersandar pada iman yang kritis namun pasrah pada penyelenggaraan ilahi: "Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh 20:28) dan melangkah dalam keyakinan intelektualnya,

“Scio cui credidi” 
(2 Tim 1:12). 

Begitu juga dengan pemilihan lambang berupa “gambar ikonik “Thomas memasukkan jarinya kedalam lambung Yesus” erat terkait dengan pengalaman iman para pendirinya. 

Filosofi
“Pertobatan’’ St. Thomas Rasul 
___dari PERCAYA PADA APA YANG TERLIHAT OLEH MATANYA (“Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya" - Yoh 20:5) 
___menuju PERCAYA PADA APA YANG TERLIHAT OLEH HATINYA (“Ya Tuhanku dan Allahku” - Yoh 20:28). 

Demikianlah spiritualitas St Thomas Rasul sungguh mewakili sinergitas antar kemampuan intelektual dan kemampuan spiritual; dan hal ini sangat penting bagi kaum muda yang sering bergulat dengan imannya.
OR