Kekhasan

Kekhasan
SMAK Negeri Samosir sepenuhnya dikelola oleh warga Katolik. Peranan hirarki Gereja Katolik sebagai penjaga otoritas ajaran Gereja mendapat tempat utama yang menjiwai seluruh penyelenggara, pengelola pendidikan dan seluruh stakeholder-nya.

Tak mengherankan bila pihak Gereja Katolik memberi perhatian penuh pada sekolah ini. Perhatian itu dilandasi oleh harapan agar semakin banyak kaum muda dididik secara Katolik, mendapatkan ilmu pengetahuan umum secara penuh sesuai dengan kelompok peminatnya sembari mendapatkan pendidikan agama Katolik sebagai nilai plusnya.

Harapan yang sama juga datang dari Bimas Katolik, yakni terbentuknya generasi muda yang memiliki iman Katolik yang sejati dan ilmu pengetahuan yang berkualitas, yang di kemudian hari akan menjadi modalitas mereka untuk pembangunan Gereja, masyarakat dan bangsa.

Untuk memenuhi berbagai harapan dari Gereja dan masyarakat Katolik di atas, SMAK Negeri Samosir pun melakukan berbagai upaya secara sistematik dan terencana, mulai dari peningkatan kapasitas guru dan staf, menjaring lebih banyak siswa-siswi, menambah dan melengkap sarana dan prasarana yang tersedia, dan berbagai upaya lainnya.

SMAK Negeri Samosir didirikan pertama-tama bukan sebagai kompetitor bagi sekolah Katolik lainnya, melainkan untuk menghadirkan kekhasan Pendidikan Agama Katolik yang melekat pada dirinya sendiri dan diupayakan secara nyata lewat nilai-nilai khas yang diperjuangkan seluruh pendidik dan peserta di-diknya, baik di sekolah maupun di asrama, yakni:

[1] Kasih
  • Kasih adalah nilai Kristiani paling mendasar (Yoh 15:12). Pendidikan SMAK Negeri Samosir membentuk pribadi anak didiknya menjadi calon pemimpin pengabdi yang baik, berbela rasa, dan setia (Maz 37:3-4) dan pejuang kebenaran, keadilan, dan kejujuran.
[2] Kebebasan
  • Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang terwujud nyata dalam kebebasan anak-anak Allah (Rom. 8:21); dan dengannya akan lahir pribadi-pribadi Katolik yang bebas dari belenggu gengsi, sikap materialistis dan kecenderungan mengikuti arus.
[3] Keberagaman
  • Keberagaman itu media untuk mengembangkan siswa-siswi SMAK Negeri Samosir menjadi dewasa. Seseorang disebut dewasa apabila ia menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan, menghargai keberagaman, peduli terhadap persoalan radikalisme agama.
OR