Tujuan

Tujuan
Ada tiga tujuan utama upaya yang ingin dicapai SMAK St. Thomas Rasul yang membentangkan tujuan sekaligus cara mewujudkan tujuan tersebut, yakni sebagai

[1] ​wahana religiositas
  • Dari siswa-siswi SMAK St. Thomas Rasul Samosir diharapkan sikap yang tegas dan jelas untuk mewartakan Yesus sebagai junjungan mereka sebagai orang Katolik.
  • Ciri ini diimplementasikan oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melalui Pendidikan Agama Katolik, ekspresi iman dalam ibadat, doa bersama dan pelayanan, serta mendidik siswa berdoa secara pribadi dan berefleksi. Sebab, pendidikan religiositas bermutu merupakan komponen penting dalam pendidikan di SMAK St. Thomas Rasul, di mana siswa-siswinya belajar menghargai hal-hal duniawi secara wajar dan didorong untuk mampu menghayati dan menggarami seluruh kegiatan sekolah/dunia dalam dimensi religius.
  • Dalam kurikulum pendidikannya, SMAK St. Thomas Rasul juga mengintegrasikan iman dan kebudayaan agar siswa-siswi dan seluruh stakeholders pendidikan di dalamnya menghargai keberagaman dalam hidup bersama.
  • Dengan menghormati keberagaman itu siswa-siswi SMAK St. Thomas Rasul harus mampu menjadi sarana dan wahana kerasulan untuk melayani Gereja dan masyarakat melalui pembinaan kaderitatif siswa-siswinya menjadi pemimpin-pengabdi yang meneladani Yesus Kristus melalui hidup bersama dan program pelatihan kepemimpinan, pendampingan, partisipasi aktif dalam pelayanan terhadap gereja dan masyarakat, pelayanan pastoral yang memadai dan berbagai latihan rohani seperti retret, rekoleksi atau outbound spiritual serta kerjasama dengan kelompok-kelompok lain yang ingin mengembangkan iman secara intensif.

[2] pusat pembelajaran
  • Kurikulum pendidikan di SMAK St. Thomas Rasul berorientasi pada siswa-siswinya. SMAK St. Thomas Rasul oleh karenanya selalu mengupayakan sistem pendidikan yang relevan bagi siswa, baik untuk hidupnya sekarang maupun di masa mendatang.
  • Setiap kegiatan pun dipilih secara cermat dan harus memiliki manfaat yang jelas bagi siswa-siswinya.

[3] wahana pembinaan kepribadian
  • Melalui kurikulum pendidikan di sekolah, SMAK St. Thomas Rasul membentuk dan mengembangkan kepribadian siswa yang jujur, disiplin, mandiri, kreatif, dan mau bekerja keras, afektif dan imaginatif, sehat jasmani dan rohani serta bersikap kesatria.
  • Kepribadian itu selanjutnya harus disertai dengan sikap pelayanan bagi sesama yang tumbuh dari kasih.
  • Prinsip-prinsip ini hadir lewat tindakan berbelarasa kepada siswa yang kurang mampu, mempunyai keprihatinan mendalam terhadap kemiskinan sebagai salah satu dampak globalisasi; dan secara proaktif memberikan perhatian kepada siswa yang kurang mampu, dan tetap memiliki potensi intelektual yang cukup dan bakat-bakat yang dapat berkembang secara optimal.
OR